Assalamualaikum wr wb.
Setelah kemarin kita sudah belajar cara installasi CI versi 4, sekarang kita akan belajar bagaimana cara mengatur projek kita dalam mode debugging (untuk programmer) dan mode production (untuk client). Kenapa kita perlu mempelajari ini??? Mode Debugging berfungsi untuk programmer dalam mencari error ketika building projek nya, seperti error database, error logic dll. Dalam mode Debugging akan terlihat jelas error nya apa, pada file apa. Sedangkan Mode Production adalah mode dimana ketika projek kita mengalami error, client atau pengguna aplikasi kita tidak akan melihat erorr, melainkan akan menampilkan halaman 404.
Pada CI versi 3 sebenernya sudah ada fiturnya namun jarang sekali programmer menggunakan fitur ini. Dan ketika ada error malah menampikan error nya ke client sehingga tidak enak dilihat oleh client. Berikut cara merubah projek kita menjadi mode development atau production.
Perhatikan struktur file/folder pada projek yang kita sudah download sebelumnya. Perhatikan terdapat file env.

Duplikat file env tersebut sebagai backup jika terjadi apa apa. Lalu rename file env menjadi .env (dotenv).

Jika sudah direname, silahkan buka file .env tersebut pada code editor kalian, akan nampak code seperti ini.

Perhatikan pada line 12, hilangkan tanda pagar (#) didepan lalu ubah production menjadi development. Disinilah letak kita bisa merubah aplikasi kita dalam mode debugging atau production, jika mode debugging silahkan ubah menjadi development. Jika mode production ubah menjadi production. Perbedaannya sudah dijelaskan diatas.
Sekarang jika sudah diubah menjadi mode development, untuk memeriksa efeknya silahkan ke folder app/Controllers/Home.php, karena root pertama pada CI 4 kita terletak disitu. Lalu buka Home.php nya dan errorkan salah satu code nya, misal saya mau rubah nama views nya jadi welscome_messsage.php . Maka yang terjadi harusnya error karena file welscome_messsage.php tidak ada di folder views.

Lalu jalankan projek nya di browser, akan tampil error seperti ini.

Terdapat pesan invalid file. Artinya file tidak ada. Dan ini akan memudahkan programmer dalam mengatasi masalah aplikasi yg kita buat. Tetapi jika sudah publish aplikasinya maka user / pengguna / client jika ada error tidak perlu menampilkan gambar seperti diatas, maka solusinya ubah modenya menjadi production pada file .env tadi. Hasilnya akan seperti ini.

Bagaimana, sudah terlihat lebih baik bukan???? Ini yang seringkali lupa oleh programmer jika aplikasinya sudah publish namun lupa mengganti modenya menjadi production. Apalagi jika kawan kawan menggunakan framework laravel, jika masih dalam mode debugging maka akan terlihat data data server kita seperti nama database, user hingga password database kita, dan ini sangat bahaya. Tetapi ini tidak terjadi di Code Ignitter versi 4 ini.
Baik Cukup sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat. Semangat Coding !!!








