• Latest
  • Trending
  • All
  • Curhat
  • Komputer
  • Chord Lagu
  • Pengetahuan / Materi Sekolah
  • Puisi
  • Jepang/Korea/Mandarin
  • Lyric Lagu
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Tips dan Trik
  • Tak Berkategori
  • Biografi
  • Arsenal
  • Kaliki Band
  • Games PC
  • Avril Lavigne
  • PERSIB BANDUNG
  • Peterpan
  • Software Handphone
  • Tutorial Coding
  • Sony Ericsson
Fase yang Tak Bernama

Fase yang Tak Bernama

10 bulan ago
Aku yang Tak Pernah Beruntung

Aku yang Tak Pernah Beruntung

10 bulan ago
doa spesial untukmu di malam lailatul qadar

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

11 bulan ago
Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

11 bulan ago
Sendiri di Antara Keramaian

Sendiri di Antara Keramaian

11 bulan ago
080817

My Love Story Part #15 | 170808

1 tahun ago
Selasa, Februari 10, 2026
BUKAN SINCHAN
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
Bukan Sinchan
No Result
View All Result

Fase yang Tak Bernama

by Rinaldy Virgiawan S
12 April 2025
in Curhat
A A
0

Beranda » Curhat » Fase yang Tak Bernama

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ada fase dalam hidup yang tak pernah diajarkan di bangku sekolah maupun seminar motivasi. Fase di mana semua impian duniawi yang dulu dikejar mati-matian—gaji pertama, barang impian, pencapaian karier—satu per satu mulai tercapai. Dulu, euforia itu nyata. Rasanya seperti sedang naik tangga keberhasilan; setiap langkah membawa rasa puas. Tapi perlahan, semua itu menjadi biasa. Hambar.

Kini, aku berada di persimpangan yang sunyi—sebuah fase kontemplatif, tempat di mana kebisingan dunia tak lagi menggetarkan hati. Semua tercukupi. Alhamdulillah, hidup tidak kekurangan. Tapi justru di titik itulah muncul rasa hampa yang tidak bisa ditambal dengan apapun di dunia ini. Seolah-olah aku tengah berdiri di tengah keramaian, tapi jiwaku duduk termenung, bertanya: “Apa lagi yang sedang kucari sebenarnya?”

Fase ini bukan tentang kehilangan arah, tapi lebih kepada kesadaran bahwa arah yang selama ini kutuju mungkin bukan tujuan sebenarnya. Dunia telah kutapaki, tapi hati justru rindu kepada sesuatu yang lebih abadi. Inilah titik ketika semua kenikmatan dunia tak lagi menjadi candu, dan satu-satunya hal yang benar-benar menenangkan adalah ketika kening menyentuh sajadah, ketika doa-doa berbisik lirih, “Ya Allah, cukupkan aku dengan ridha-Mu.”

Ternyata hidup bukan soal berlomba menumpuk pencapaian, tapi tentang bagaimana menjadikan setiap detik sebagai ladang amal. Fase ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan pulang—menuju Dia yang menciptakan, mencukupkan, dan memanggil pulang di waktu yang tak pernah bisa kita duga.

Kini aku mulai memahami, bahwa ternyata kedewasaan bukan cuma tentang usia atau pencapaian. Tapi tentang menyadari bahwa dunia ini fana, dan rasa cukup bukan berarti kita berhenti, melainkan kita mulai menyaring: mana yang benar-benar perlu, dan mana yang hanya memuaskan ego sesaat. Kadang, bahkan yang kita anggap tujuan hidup, sebenarnya cuma persinggahan. Kita kejar mati-matian, lalu saat tercapai… kita justru bingung, “Lalu setelah ini, apa lagi?”

Dan di sanalah letak rahmat Allah SWT yang paling halus: saat Dia ambil rasa candu terhadap dunia, dan gantikan dengan ketenangan dalam ibadah. Mungkin ini bukan fase kehilangan arah, tapi justru fase dijemput hidayah. Saat Allah SWT lembut menyentuh hati kita dan berkata, “Kamu sudah cukup dengan dunia. Sekarang saatnya kembali pada-Ku.” Dan sungguh, tak ada tujuan yang lebih tinggi daripada itu.

Previous Post

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

Next Post

Aku yang Tak Pernah Beruntung

Related Posts

Aku yang Tak Pernah Beruntung
Curhat

Aku yang Tak Pernah Beruntung

by Rinaldy Virgiawan S
10 bulan ago
28
doa spesial untukmu di malam lailatul qadar
Curhat

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

by Rinaldy Virgiawan S
11 bulan ago
10
Load More
Next Post
Aku yang Tak Pernah Beruntung

Aku yang Tak Pernah Beruntung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Arsip

Pos-pos Terbaru

  • Aku yang Tak Pernah Beruntung
  • Fase yang Tak Bernama
  • Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar
  • Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam
  • Sendiri di Antara Keramaian

Kategori

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Terms and Conditions
Bukan Sinchan

Copyright © 2020 Rinaldy Virgiawan S

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm

Copyright © 2020 Rinaldy Virgiawan S