Hanya di sini gue merasa bisa bercerita dengan nyaman dan tenang. Buat yang baca post ini, terima kasih ya, haha.
Sebagai manusia pada umumnya, salah satu tujuan hidup yang sering kita kejar adalah menikah. Dalam Islam, menikah bahkan dianggap menyempurnakan separuh agama. Tapi, seiring bertambahnya usia, desakan dari keluarga dan lingkungan soal “Kapan nikah?” jadi semakin sering terdengar. Waktu gue umur 23 tahun, gue nggak nyangka pertanyaan itu mulai ditujukan ke gue. Rasanya nggak percaya juga sih, haha.
Temen-temen gue, terutama yang seumuran, banyak yang sudah menikah, bahkan hanya setahun setelah lulus kuliah. Tapi gue orangnya realistis. Pikiran gue waktu itu, “Ya kerja dulu lah, semuanya juga butuh duit.” Gue percaya kok, rezeki sudah diatur Tuhan, dan setelah menikah, banyak pintu rezeki akan terbuka. Tapi tetap, gue merasa waktu itu lebih baik fokus kerja dulu, menikmati prosesnya, dan mensyukuri apa yang ada. Target gue? Nikah di usia 27 atau 28 tahun.
Waktu berlalu dengan cepat. Dalam setahun terakhir, ada beberapa cewek yang sempat dekat sama gue. Tapi entah kenapa, selalu ada halangan yang bikin kami nggak berjodoh—entah karena visi misi yang beda, atau masalah keluarga. Jujur, gue capek banget. Rasanya gue mulai berpikir, “Mungkin gue butuh waktu untuk diri gue sendiri dulu.”
Nggak lama setelah gue memutuskan buat nggak mikirin jodoh dulu, sepupu gue, Teteh, ngenalin gue ke temennya. Awalnya gue nggak begitu tertarik. Teteh udah dua kali ngenalin gue ke temennya, dan yang pertama nggak cocok. Tapi gue tetap berterima kasih banget sama Teteh. Dia perhatian sama gue, dan gue nggak bisa bilang nggak. Akhirnya, gue nurut, coba dekat dulu. Siapa tahu ini jalannya.
Pertama kali komunikasi sama dia, gue langsung punya kesan yang bagus. Orangnya seru, talkative, dan ngobrolnya enak. Nggak kayak wawancara, semuanya ngalir. Rasanya kayak… jatuh cinta pertama kali. Gue nggak bisa jelasinnya, tapi gue yakin kalian paham. Pokoknya setiap chat sama dia, gue selalu merasa bahagia, walaupun saat itu kami belum pernah ketemu.
Sampai akhirnya kami sepakat untuk bertemu. Saat pertama kali ketemu, perasaan gue makin yakin. Gue senang banget ngobrol sama dia, meskipun waktu itu nggak bisa lama karena dia sibuk. Setelah pertemuan itu, gue merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Semua pengalaman buruk gue sebelumnya seperti menghilang. Dia membawa warna baru ke hidup gue.
Sekarang, gue masih dekat sama dia. Semoga hubungan ini terus berjalan baik, dan semoga kami berjodoh. Doain ya semuanya.
Kau datang tak kuduga, beri aku tawa
Bahagia hariku, kau buat sempurna
Mungkin kita bisa berjalan bersama
Tunggu sejenak, ini belum saatnya
Lirik lagu ini benar-benar menggambarkan perasaan gue. Semoga cerita ini sampai ke yang harus mendengarnya wkwkw





