Selamat sore, malam, atau pagi… Assalamualaikum wr wb.
Cukup lama juga ya rehat dari cerita My Love Story ini, hehe π Biasanya, sih, lagi nggak nemu mood buat nulis, tapi kali ini udah mood, jadi kita lanjut aja ceritanya. Letβs gooooo!!!
Desember 2014
Setelah bulan Juli 2014 hingga akhir tahun 2014, nggak ada kejadian-kejadian menarik lagi. Gue dan Novi sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sesekali di media sosial, gue masih berkomentar dan ngajak Novi untuk main ke sekretariat UKM, tapi cuma sebatas candaan aja. Kalau Novi mau ikut, ya bersyukur karena kita masih bisa bersilaturahmi, tapi kalau nggak, ya nggak masalah. Jawaban Novi selalu menolak dan nggak mau main ke sekre karena malu dan nggak ada teman yang bisa ikut main ke UKM. Tampaknya, gue harus benar-benar merelakan dan mengubur dalam-dalam perasaan ini. Udah jelas banget dari awal gue berjuang untuk perasaan ini sampai sekarang dan nggak ada hasil, alias nihil.
Saat ada acara pengukuhan UKM pun, gue masih sering ngajak dia ikut acaranya. Tapi berkali-kali dia tolak dengan alasan yang sama. Bahkan untuk sekadar bertemu pun, gue nggak bisa melakukannya. Ini jadi salah satu alasan besar kenapa akhirnya gue memutuskan untuk berhenti memperjuangkan perasaan ini. Konsekuensi ini udah gue pikirin sejak lama, sejak gue memutuskan berpisah dengan Yuke. Sekarang, kalau ditanya apakah gue menyesal memutuskan Yuke, gue jawab: Tidak. Karena sebuah hubungan, kalau nggak dibangun dengan perasaan yang sungguh-sungguh dari kedua pasangan, nggak akan bertahan lama. Kita cuma bakal jadi orang yang terjebak dalam ketidaknyamanan, nggak bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya kita rasakan.
Maka, utarakanlah itu, walaupun menyakitkan.
Januari – Desember 2015
Masuk tahun 2015, gue masih belum bisa sepenuhnya menghapuskan perasaan gue terhadap Novi. Terkadang, gue masih kepikiran dia walau cuma sekejap. Entah kenapa. Mungkin bagi Novi, ini cuma peristiwa biasa aja. Mungkin dia udah melupakan gue sekarang. Seorang ketua kelompok yang pernah memimpinnya di acara pengukuhan UKM. Ya, mungkin dia udah lupa semuanya. Sepanjang tahun ini, gue bener-bener minim komunikasi dengan dia. Gue lebih fokus ke kuliah dan teman-teman gue. Gue banyak habisin waktu bareng temen-temen, nggak banyak mikirin hal lain.
Begitu juga dengan kuliah gue. Gue bener-bener fokus sama kuliah karena gue berasal dari lulusan SMA IPS, sedangkan jurusan gue ini penuh dengan pelajaran yang berhubungan dengan logika dan matematika, mata pelajaran yang gue hindari banget waktu SMA. Gue belajar dan terus belajar tentang dunia programming karena gue tahu, lulusan jurusan ini bakal jadi seorang programmer. Gue harus bisa bikin website, aplikasi, ngurus networking, dan lainnya. Kalau waktu gue habisin buat hal-hal di luar kuliah, gue nggak bakal bisa lulus tepat waktu. Gue sadar banget itu.
Satu hal lagi yang bikin gue makin fokus sama kuliah, yaitu gue pernah denger dari dosen kalau lulusan jurusan ini banyak banget lowongan kerjanya, di berbagai bidang, dan juga gaji yang tinggi banget. Itu yang jadi motivasi gue buat terus belajar dan ngikutin kuliah dengan serius.
Sepanjang tahun 2015, nggak ada satu pun wanita yang gue dekati. Fokus gue cuma kuliah dan berorganisasi.
Januari – Juli 2016
Sekarang kuliah gue udah masuk tingkat 3, artinya tinggal setahun lagi sebelum gue lulus. Di tahun ini, gue masuk ke semester 5, di mana gue harus melakukan Kegiatan Kerja Praktek (KP) atau yang di jurusan lain disebut KKN. KP di jurusan gue harus dilakukan di sebuah instansi atau tempat kerja, dan hasilnya harus berupa produk aplikasi yang bisa digunakan oleh instansi tersebut. Tugas KP ini dilakukan secara berkelompok, biasanya berdua.
Pada bulan Juli 2016, semua mahasiswa di jurusan gue disuruh cari rekan untuk KP. Jurusan gue kasih waktu seminggu buat cari rekan tim. Setelah gue dapetin rekan KP, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan berkas-berkas pendaftaran di Tata Usaha (TU). Saat itu, gue lagi nunggu rekan gue di depan TU buat ngumpulin berkas, tiba-tiba ada teman kampus yang nyapa gue.
"rinaldyyy, nanti bantu aku ajarin ngoding ya hehe". ucap teman gue "eeh haha ajarin apa atuh aku juga masih belajar haha". jawab gue "iih kamu mah meni sombong". timpal dia.
Ternyata dia adalah Ayu. Ayu ini teman sejurusan gue, tapi kita nggak deket-deket amat, soalnya beda kelas. Selain itu, Ayu juga aktif di organisasi jurusan. Di tahun 2016 ini, gue ikut organisasi mahasiswa tingkat jurusan (Himpunan Mahasiswa). Gue jadi ketua Departemen Rohani di himpunan, dan Ayu jadi staf di departemen yang sama. Jadi, sedikit-sedikit gue mulai mengenalnya.
Gue nggak tahu kenapa Ayu ngomong kayak gitu, tapi gue anggap aja itu cuma candaan biasa.
Apa yang bakal terjadi antara gue dan Ayu? Kita lihat aja di part selanjutnya, yaaa… π
Terima kasih sudah membaca !!!









keren kak ceritanya, mantengin part part lanjutannya nih hehe π
siappp kak, terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana ku hehe π