• Latest
  • Trending
  • All
  • Curhat
  • Komputer
  • Chord Lagu
  • Pengetahuan / Materi Sekolah
  • Puisi
  • Jepang/Korea/Mandarin
  • Lyric Lagu
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Tips dan Trik
  • Tak Berkategori
  • Biografi
  • Arsenal
  • Kaliki Band
  • Games PC
  • Avril Lavigne
  • PERSIB BANDUNG
  • Peterpan
  • Software Handphone
  • Tutorial Coding
  • Sony Ericsson
rinaldyvirgiawan

My Love Story Part #8 | Berawal dari sini

5 tahun ago
Aku yang Tak Pernah Beruntung

Aku yang Tak Pernah Beruntung

10 bulan ago
Fase yang Tak Bernama

Fase yang Tak Bernama

10 bulan ago
doa spesial untukmu di malam lailatul qadar

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

11 bulan ago
Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

11 bulan ago
Sendiri di Antara Keramaian

Sendiri di Antara Keramaian

11 bulan ago
Selasa, Februari 10, 2026
BUKAN SINCHAN
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
Bukan Sinchan
No Result
View All Result

My Love Story Part #8 | Berawal dari sini

by Rinaldy Virgiawan S
16 Oktober 2020 - Updated on 9 Desember 2024
in Curhat
A A
2

Beranda Β» Curhat Β» My Love Story Part #8 | Berawal dari sini

0
SHARES
132
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Selamat sore, malam, atau pagi… Assalamualaikum wr wb.

Cukup lama juga ya rehat dari cerita My Love Story ini, hehe πŸ˜€ Biasanya, sih, lagi nggak nemu mood buat nulis, tapi kali ini udah mood, jadi kita lanjut aja ceritanya. Let’s gooooo!!!

Desember 2014

Setelah bulan Juli 2014 hingga akhir tahun 2014, nggak ada kejadian-kejadian menarik lagi. Gue dan Novi sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sesekali di media sosial, gue masih berkomentar dan ngajak Novi untuk main ke sekretariat UKM, tapi cuma sebatas candaan aja. Kalau Novi mau ikut, ya bersyukur karena kita masih bisa bersilaturahmi, tapi kalau nggak, ya nggak masalah. Jawaban Novi selalu menolak dan nggak mau main ke sekre karena malu dan nggak ada teman yang bisa ikut main ke UKM. Tampaknya, gue harus benar-benar merelakan dan mengubur dalam-dalam perasaan ini. Udah jelas banget dari awal gue berjuang untuk perasaan ini sampai sekarang dan nggak ada hasil, alias nihil.

Saat ada acara pengukuhan UKM pun, gue masih sering ngajak dia ikut acaranya. Tapi berkali-kali dia tolak dengan alasan yang sama. Bahkan untuk sekadar bertemu pun, gue nggak bisa melakukannya. Ini jadi salah satu alasan besar kenapa akhirnya gue memutuskan untuk berhenti memperjuangkan perasaan ini. Konsekuensi ini udah gue pikirin sejak lama, sejak gue memutuskan berpisah dengan Yuke. Sekarang, kalau ditanya apakah gue menyesal memutuskan Yuke, gue jawab: Tidak. Karena sebuah hubungan, kalau nggak dibangun dengan perasaan yang sungguh-sungguh dari kedua pasangan, nggak akan bertahan lama. Kita cuma bakal jadi orang yang terjebak dalam ketidaknyamanan, nggak bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya kita rasakan.

Maka, utarakanlah itu, walaupun menyakitkan.

Januari – Desember 2015

Masuk tahun 2015, gue masih belum bisa sepenuhnya menghapuskan perasaan gue terhadap Novi. Terkadang, gue masih kepikiran dia walau cuma sekejap. Entah kenapa. Mungkin bagi Novi, ini cuma peristiwa biasa aja. Mungkin dia udah melupakan gue sekarang. Seorang ketua kelompok yang pernah memimpinnya di acara pengukuhan UKM. Ya, mungkin dia udah lupa semuanya. Sepanjang tahun ini, gue bener-bener minim komunikasi dengan dia. Gue lebih fokus ke kuliah dan teman-teman gue. Gue banyak habisin waktu bareng temen-temen, nggak banyak mikirin hal lain.

Begitu juga dengan kuliah gue. Gue bener-bener fokus sama kuliah karena gue berasal dari lulusan SMA IPS, sedangkan jurusan gue ini penuh dengan pelajaran yang berhubungan dengan logika dan matematika, mata pelajaran yang gue hindari banget waktu SMA. Gue belajar dan terus belajar tentang dunia programming karena gue tahu, lulusan jurusan ini bakal jadi seorang programmer. Gue harus bisa bikin website, aplikasi, ngurus networking, dan lainnya. Kalau waktu gue habisin buat hal-hal di luar kuliah, gue nggak bakal bisa lulus tepat waktu. Gue sadar banget itu.

Satu hal lagi yang bikin gue makin fokus sama kuliah, yaitu gue pernah denger dari dosen kalau lulusan jurusan ini banyak banget lowongan kerjanya, di berbagai bidang, dan juga gaji yang tinggi banget. Itu yang jadi motivasi gue buat terus belajar dan ngikutin kuliah dengan serius.

Sepanjang tahun 2015, nggak ada satu pun wanita yang gue dekati. Fokus gue cuma kuliah dan berorganisasi.

Januari – Juli 2016

Sekarang kuliah gue udah masuk tingkat 3, artinya tinggal setahun lagi sebelum gue lulus. Di tahun ini, gue masuk ke semester 5, di mana gue harus melakukan Kegiatan Kerja Praktek (KP) atau yang di jurusan lain disebut KKN. KP di jurusan gue harus dilakukan di sebuah instansi atau tempat kerja, dan hasilnya harus berupa produk aplikasi yang bisa digunakan oleh instansi tersebut. Tugas KP ini dilakukan secara berkelompok, biasanya berdua.

Pada bulan Juli 2016, semua mahasiswa di jurusan gue disuruh cari rekan untuk KP. Jurusan gue kasih waktu seminggu buat cari rekan tim. Setelah gue dapetin rekan KP, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan berkas-berkas pendaftaran di Tata Usaha (TU). Saat itu, gue lagi nunggu rekan gue di depan TU buat ngumpulin berkas, tiba-tiba ada teman kampus yang nyapa gue.

"rinaldyyy, nanti bantu aku ajarin ngoding ya hehe". ucap teman gue

"eeh haha ajarin apa atuh aku juga masih belajar haha". jawab gue

"iih kamu mah meni sombong". timpal dia.

Ternyata dia adalah Ayu. Ayu ini teman sejurusan gue, tapi kita nggak deket-deket amat, soalnya beda kelas. Selain itu, Ayu juga aktif di organisasi jurusan. Di tahun 2016 ini, gue ikut organisasi mahasiswa tingkat jurusan (Himpunan Mahasiswa). Gue jadi ketua Departemen Rohani di himpunan, dan Ayu jadi staf di departemen yang sama. Jadi, sedikit-sedikit gue mulai mengenalnya.

Gue nggak tahu kenapa Ayu ngomong kayak gitu, tapi gue anggap aja itu cuma candaan biasa.

Apa yang bakal terjadi antara gue dan Ayu? Kita lihat aja di part selanjutnya, yaaa… πŸ˜€

Terima kasih sudah membaca !!!

Tags: my love story
Previous Post

Chord Guitar Say Yes – Loco & Punch – OST. Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Next Post

My Love Story Part #9 | Cinta atau Skripsi ???

Related Posts

Aku yang Tak Pernah Beruntung
Curhat

Aku yang Tak Pernah Beruntung

by Rinaldy Virgiawan S
10 bulan ago
28
Fase yang Tak Bernama
Curhat

Fase yang Tak Bernama

by Rinaldy Virgiawan S
10 bulan ago
14
Load More
Next Post
rinaldyvirgiawan

My Love Story Part #9 | Cinta atau Skripsi ???

Comments 2

  1. Julia says:
    5 tahun ago

    keren kak ceritanya, mantengin part part lanjutannya nih hehe πŸ™‚

    Balas
    • Rinaldy Virgiawan S says:
      5 tahun ago

      siappp kak, terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana ku hehe πŸ™‚

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Arsip

Pos-pos Terbaru

  • Aku yang Tak Pernah Beruntung
  • Fase yang Tak Bernama
  • Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar
  • Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam
  • Sendiri di Antara Keramaian

Kategori

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Terms and Conditions
Bukan Sinchan

Copyright Β© 2020 Rinaldy Virgiawan S

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm

Copyright Β© 2020 Rinaldy Virgiawan S