TIK, atau teknologi informasi dan komunikasi adalah infrastruktur dan komponen yang memungkinkan komputasi modern. Meskipun tidak ada definisi tunggal dan universal dari TIK, istilah ini secara umum diartikan semua perangkat yaitu komponen jaringan , aplikasi dan sistem yang dapat digabungkan dan memungkinkan orang atau organisasi (yaitu, bisnis, lembaga nirlaba, pemerintah dan perusahaan kriminal) untuk berinteraksi dalam dunia digital (melalui internet).
Komponen sistem TIK
TIK mencakup bidang internet dan seluler yang didukung oleh jaringan nirkabel. Ini juga mencakup teknologi kuno, seperti telepon rumah, siaran radio dan televisi – yang semuanya masih banyak digunakan saat ini bersama dengan teknologi canggih TIK seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotika .
TIK terkadang digunakan secara sinonim dengan TI (teknologi informasi); namun, TIK umumnya digunakan untuk mewakili daftar yang lebih luas dan lebih komprehensif dari semua komponen yang terkait dengan komputer dan teknologi digital daripada TI.
Daftar komponen TIK sangat lengkap, dan terus bertambah. Beberapa komponen, seperti komputer dan telepon, sudah ada selama puluhan tahun. Ataupun yang lainnya, seperti smartphone , TV digital, dan robot , adalah teknologi yang lebih baru lagi. Ini juga mencakup penerapan semua berbagai komponen itu. Di sinilah potensi nyata, kekuatan, dan bahaya TIK dapat ditemukan.

Dampak sosial dan ekonomi TIK
TIK dimanfaatkan untuk transaksi dan interaksi ekonomi, sosial dan interpersonal . TIK secara drastis mengubah cara orang bekerja, berkomunikasi, belajar, dan hidup. Selain itu, TIK terus merevolusi semua bagian dari pengalaman manusia sebagai komputer pertama dan sekarang robot melakukan banyak tugas yang pernah ditangani oleh manusia. Misalnya, komputer pernah menjawab telepon dan mengarahkan panggilan ke individu yang sesuai untuk merespons; sekarang robot tidak hanya dapat menjawab panggilan, tetapi sering kali dapat menangani permintaan layanan dengan lebih cepat dan efisien (layaknya manusia).
Pentingnya TIK untuk pembangunan ekonomi dan pertumbuhan bisnis telah begitu monumental, pada kenyataannya, itu dikreditkan dengan mengantarkan apa yang oleh banyak orang disebut Revolusi Industri Keempat.
TIK juga sangat berpengaruh dalam masyarakat, karena individu secara massal berpindah dari interaksi tatap muka pribadi ke interaksi di ruang digital. Era baru ini sering disebut Era Digital .
Untuk semua aspek revolusionernya, kemampuan TIK tidak terdistribusi secara merata. Sederhananya, negara yang lebih kaya dan individu yang lebih kaya menikmati lebih banyak akses dan dengan demikian memiliki kemampuan yang lebih besar untuk memanfaatkan keuntungan dan peluang yang didukung oleh TIK.
Perhatikan, misalnya, beberapa temuan Bank Dunia. Pada 2016, disebutkan bahwa lebih dari 75% orang di seluruh dunia memiliki akses ke ponsel. Namun, akses internet baik melalui mobile atau fixed broadband tetap mahal di banyak negara karena kurangnya infrastruktur TIK. Lebih lanjut, Bank Dunia memperkirakan bahwa dari populasi global yang berjumlah 7,4 miliar orang, lebih dari 4 miliar tidak memiliki akses ke internet. Selain itu, diperkirakan hanya 1,1 miliar orang yang memiliki akses ke internet berkecepatan tinggi.
Di Amerika Serikat dan tempat lain, perbedaan dalam TIK telah menciptakan apa yang disebut kesenjangan digital .
Banyak otoritas pemerintah dan organisasi non-pemerintah (LSM) mengadvokasi kebijakan dan program yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital dengan menyediakan akses yang lebih besar ke TIK di antara individu dan populasi yang berjuang untuk membelinya.
Berbagai lembaga ini menegaskan bahwa mereka yang tidak memiliki kemampuan TIK akan ditinggalkan dari berbagai peluang dan manfaat yang diciptakan TIK dan oleh karena itu akan semakin tertinggal dalam hal sosial-ekonomi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) untuk “secara signifikan meningkatkan akses ke teknologi informasi dan komunikasi dan berusaha untuk menyediakan akses universal dan terjangkau ke internet di negara-negara kurang berkembang pada tahun 2020.”
Keuntungan ekonomi ditemukan baik di dalam pasar TIK maupun di area bisnis dan masyarakat yang lebih luas secara keseluruhan.
Dalam pasar TIK, kemajuan kapabilitas TIK telah membuat pengembangan dan penyampaian berbagai teknologi lebih murah bagi vendor TIK dan pelanggan mereka sambil juga memberikan peluang pasar baru. Misalnya, perusahaan telepon yang dulu harus membangun dari saluran telepon telah bergeser ke materi jaringan yang lebih maju dan dapat menyediakan layanan telepon, televisi dan internet; konsumen sekarang menikmati lebih banyak pilihan dalam pengiriman dan poin harga sebagai hasilnya.
Pentingnya TIK dalam perusahaan
Untuk bisnis, kemajuan dalam TIK telah membawa banyak penghematan biaya, peluang, dan kemudahan. Mulai dari proses bisnis yang sangat otomatis yang telah memangkas biaya, hingga revolusi big data di mana organisasi mengubah banyak sekali data yang dihasilkan oleh TIK menjadi wawasan yang mendorong produk dan layanan baru, hingga transaksi yang mendukung TIK seperti belanja internet dan telemedicine dan media sosial yang memberi pelanggan lebih banyak pilihan dalam cara mereka berbelanja, berkomunikasi, dan berinteraksi.
Tetapi TIK juga telah menciptakan masalah dan tantangan bagi organisasi dan individu – serta masyarakat secara keseluruhan. Penggunaan internet berkecepatan tinggi telah menyebabkan tingkat kejahatan baru, di mana disebut-aktor yang buruk dapat menetas skema diaktifkan secara elektronik atau akses ilegal keuntungan untuk sistem untuk mencuri uang, kekayaan intelektual atau informasi pribadi atau untuk mengganggu sistem yang mengontrol infrastruktur kritis . TIK juga membawa otomatisasi seperti robot yang menggantikan pekerja yang tidak dapat mentransfer keterampilan mereka ketika melakukan apapun. Dan TIK telah memungkinkan banyak orang untuk membatasi interaksi mereka dengan orang lain, menciptakan apa yang ditakuti sebagian orang adalah populasi yang bisa kehilangan sebagian dari apa yang menjadikannya manusia.
source : techtarget








