• Latest
  • Trending
  • All
  • Curhat
  • Komputer
  • Chord Lagu
  • Pengetahuan / Materi Sekolah
  • Puisi
  • Jepang/Korea/Mandarin
  • Lyric Lagu
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Tips dan Trik
  • Tak Berkategori
  • Biografi
  • Arsenal
  • Kaliki Band
  • Games PC
  • Avril Lavigne
  • PERSIB BANDUNG
  • Peterpan
  • Software Handphone
  • Tutorial Coding
  • Sony Ericsson
Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

11 bulan ago
Aku yang Tak Pernah Beruntung

Aku yang Tak Pernah Beruntung

10 bulan ago
Fase yang Tak Bernama

Fase yang Tak Bernama

10 bulan ago
doa spesial untukmu di malam lailatul qadar

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

11 bulan ago
Sendiri di Antara Keramaian

Sendiri di Antara Keramaian

11 bulan ago
080817

My Love Story Part #15 | 170808

1 tahun ago
Selasa, Februari 10, 2026
BUKAN SINCHAN
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
Bukan Sinchan
No Result
View All Result

Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

by Rinaldy Virgiawan S
13 Maret 2025 - Updated on 14 Maret 2025
in Curhat
A A
0

Beranda » Curhat » Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aku duduk di sudut kafe favoritku, secangkir kopi hitam mengepul di atas meja. Uapnya membentuk pola samar di udara, seolah menari mengikuti pikiranku yang melayang entah ke mana. Pagi ini sepi, hanya beberapa orang yang sibuk dengan laptop mereka, sementara aku memilih menikmati ketenangan ini sendirian.

Aku menyesap kopiku pelan, membiarkan pahitnya meresap ke lidah. Rasanya pas—seperti biasa. Tapi anehnya, pagi ini terasa beda. Pikiran tentang dia muncul begitu saja, merusak ketenanganku. Aku tidak tahu kenapa, tapi bayangannya tiba-tiba memenuhi kepalaku.

Aku ingat percakapan kami semalam. Obrolan ringan yang berakhir dengan tawa kecil darinya. Suara itu masih terngiang di telingaku, membuatku tersenyum sendiri. Gila, segini besarnya dia memengaruhiku.

Kopi di depanku mulai dingin, tapi aku tak peduli. Aku lagi sibuk berandai-andai. Jika dia ada di sini sekarang, duduk di seberangku, mungkin aku bakal cerita banyak hal. Tentang betapa nyamannya ngobrol sama dia, betapa aku suka senyumnya yang muncul tiba-tiba, atau tentang gimana aku tak bisa berhenti mikirin dia sejak pertama kali kami kenal.

Aku tahu, dia tak mudah percaya sama orang. Mungkin hatinya telah jadi benteng setebal tembok kastil, sulit ditembus, penuh keraguan. Tapi aku siap menghancurkan benteng itu, meski harus berlayar melawan badai waktu dan menembus ribuan keraguan. Aku yakin, suatu hari nanti dia akan sadar bahwa di antara semua orang yang mencoba menyentuh hatinya, akulah pilihan yang teapt, akulah yang seperti pohon tua di tepi sungai—tetap berdiri kokoh meski diterpa angin dan hujan, setia menunggu seseorang datang untuk berteduh di bawah rindangnya.

Aku menyesap sisa kopi yang udah mulai dingin. Pahitnya masih sama, tapi kali ini aku suka. Karena meski rasanya nggak selalu manis, aku percaya… semua ini layak untuk diperjuangkan.

Dan jika pada akhirnya dia menemukan seseorang yang mampu membuatnya bahagia, aku akan rela dan ikhlas. Begitu juga denganku. Karena mencintai tak selalu tentang memiliki—kadang cukup dengan tahu bahwa orang yang kita sayangi menemukan jalannya sendiri untuk bahagia.

Previous Post

Sendiri di Antara Keramaian

Next Post

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

Related Posts

Aku yang Tak Pernah Beruntung
Curhat

Aku yang Tak Pernah Beruntung

by Rinaldy Virgiawan S
10 bulan ago
28
Fase yang Tak Bernama
Curhat

Fase yang Tak Bernama

by Rinaldy Virgiawan S
10 bulan ago
14
Load More
Next Post
doa spesial untukmu di malam lailatul qadar

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Arsip

Pos-pos Terbaru

  • Aku yang Tak Pernah Beruntung
  • Fase yang Tak Bernama
  • Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar
  • Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam
  • Sendiri di Antara Keramaian

Kategori

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Terms and Conditions
Bukan Sinchan

Copyright © 2020 Rinaldy Virgiawan S

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm

Copyright © 2020 Rinaldy Virgiawan S