• Latest
  • Trending
  • All
  • Curhat
  • Komputer
  • Chord Lagu
  • Pengetahuan / Materi Sekolah
  • Puisi
  • Jepang/Korea/Mandarin
  • Lyric Lagu
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Tips dan Trik
  • Tak Berkategori
  • Biografi
  • Arsenal
  • Kaliki Band
  • Games PC
  • Avril Lavigne
  • PERSIB BANDUNG
  • Peterpan
  • Software Handphone
  • Tutorial Coding
  • Sony Ericsson
rinaldyvirgiawan

Sejarah Perkembangan Linux

14 tahun ago
Aku yang Tak Pernah Beruntung

Aku yang Tak Pernah Beruntung

10 bulan ago
Fase yang Tak Bernama

Fase yang Tak Bernama

10 bulan ago
doa spesial untukmu di malam lailatul qadar

Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar

11 bulan ago
Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam

11 bulan ago
Sendiri di Antara Keramaian

Sendiri di Antara Keramaian

11 bulan ago
Selasa, Februari 10, 2026
BUKAN SINCHAN
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm
No Result
View All Result
Bukan Sinchan
No Result
View All Result

Sejarah Perkembangan Linux

by Rinaldy Virgiawan S
12 Agustus 2012 - Updated on 3 Oktober 2021
in Komputer, Pengetahuan / Materi Sekolah
A A
2

Beranda » Komputer » Sejarah Perkembangan Linux

0
SHARES
71
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Linux, adalah nama yang diberikan kepada OS (Operating System ) bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan open source. Sepreti open source lainnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.
rinaldyvirgiawan
Tahun 1991, Torvalds mulai bekerja untuk membuat versi non-komersial pengganti MINIX sewaktu ia belajar di Universitas Helsinki. Hasil kerjaannya itu yang kemudian akan menjadi kernel Linux.
Pada tahun 1992, Tanembaum menulis sebuah artikel di Usenet, mengklaim bahwa Linux sudah ketinggalan zaman. Dalam artikelnya, ia mengkritik Linux sebagai sebuah sistem operasi dengan rancangan monolitik dan terlalu terpaku dengan arsitektur x86 sehingga tidak bersifat portable, di mana digambarkannya sebagai sebuah “kesalahan mendasar”. Tanenbaum menyarankan bahwa mereka yang menginginkan sebuah sistem operasi modern harus melihat kepada sebuah rancangan yang berdasarkan kepada model mikrokernel. Tulisan tersebut menekankan tanggung jawab Torvalds yang berujung kepada sebuah debat tentang rancangan kernel monolitik dan mikrokernel.
Sekarang ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem dengan tujuan tertentu (sistem benam) sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.
Mengapa diberi nama Linux? Nama Linux berasal dari nama pembuatnya Linus Torvalds, yang diperkenalkan pada tahun 1991. Peralatan sistem dan pustaka Linux umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan pada tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.
Logo Linux, adalah Tux (jenis Penguin dan adalah singkatan dari nama pembuatnya (T)orvalds (U)ni(X)). Bermula saat Linus Torvalds sedang berjalan-jalan di taman Perth. Saat sedang berjalan itu, Linus Torvalds di patuk oleh seekor Penguin dan kemudian demam selama beberapa hari. Selama itulah ia berfikir, bahwa karakter Penguin cocok untuk menjadi logo dari OS barunya Linux. Kemudian, diadakanlah kompetisi untuk mendesain logo Linux dan dimenangkan oleh Larry Ewing. Larry berhasil menggambarkan seekor Penguin yang sedang duduk santai, sambil tersenyum. Logo inilah yang menjadi logo Linux secara resmi diumumkan pada 1996.
Linux kernel dan sebagian besar perangkat lunak GNU menggunakan GNU General Public License (GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan siapapun yang mendistribusikan kernel linux harus membuat kode sumber (dan semua modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria yang sama. Tahun 1997, Linus Torvald menyatakan, “Menjadikan Linux berbasis GPL sungguh merupakan hal terbaik yang pernah saya lakukan”. Komponen penting lain dalam sistem Linux diijinkan menggunakan lisensi selain dari GPL; banyak pustaka menggunakan GNU Lesser General Public License (LGPL), varian GPL yang lebih moderat, dan sistem X Window System menggunakan MIT License.
Kode sumber Linux yang bersifat bebas inilah yang membuat perkembangan Linux semakin cepat. Banyak individu ataupun organisasi yang berlomba-lomba membuat sistem sesuai dengan kebutuhan mereka. Inilah yang membuat banyak sekali distribusi linux (atau yang lebih dikenal dengan Distro Linux) saat ini. Contoh-contoh distribusi Linux seperti Red Hat, Debian, Fedora, Slackware, OpenSuSE dan banyak lagi.
Perkembangan GUI (Graphical User Interface)-nya-pun berjalan cepat. Linux yang awalnya hanya bermode text, sekarang telah dapat dinikmati dengan berbagai macam desktop interface menarik seperti GNOME, KDE, Xfce, OpenBox, LXDE yang tampilannya tak kalah menarik dari OS dengan GUI lainnya. Nah, dengan perkembangannya yang cepat, tak salah jika Linux disebut sebagai OS masa depan.
Semoga Bermanfat bagi yang baca artikel ini..
jangan lupa dilike dan dikomen yaaa..
Terima Kasih!
Previous Post

Pengertian I’tikaf

Next Post

Trik Agar Postingan Blog cepat terindex Di Google

Related Posts

Cara Mengatasi Aplikasi React Native Tidak Bisa Dibuka (Force Close) setelah assembleRelease / bundleRelease
Aplikasi Program

Cara Mengatasi Aplikasi React Native Tidak Bisa Dibuka (Force Close) setelah assembleRelease / bundleRelease

by Rinaldy Virgiawan S
3 tahun ago
331
bukansinchan.com
Komputer

Review Pengalaman Menggunakan Sony Xperia 5 AU ex Japan

by Rinaldy Virgiawan S
3 tahun ago
776
Load More
Next Post
rinaldyvirgiawan

Trik Agar Postingan Blog cepat terindex Di Google

Comments 2

  1. Unknown says:
    14 tahun ago

    iconnya angry bird, unyu unyu 😀

    Balas
  2. Rinaldy Virgiawan S says:
    14 tahun ago

    hihihi iya dongs, kaya aku unyu unyu 😀 ,
    #OOT

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Arsip

Pos-pos Terbaru

  • Aku yang Tak Pernah Beruntung
  • Fase yang Tak Bernama
  • Selamat Tinggal Ramadan: Doa Di Malam Lailatul Qadar
  • Secangkir Kopi dan Harapan yang Diam
  • Sendiri di Antara Keramaian

Kategori

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Terms and Conditions
Bukan Sinchan

Copyright © 2020 Rinaldy Virgiawan S

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Story
  • Chord Lagu
  • Tips dan Trik
  • Teknologi
  • Islam
  • Aplikasi Program
  • Software Handphone
    • Sony Ericsson
      • C902
      • J108 Cedar
      • J20 Hazel
      • J10 Elm

Copyright © 2020 Rinaldy Virgiawan S